Jumat, 12 Februari 2016

Usaha Kue Ibu


kue-kue buatan ibu

Jika berbicara tentang usaha kecil, maka di pedesaanlah salah satu daerah dimana banyak sekali usaha-usaha kecil bermunculan. Keinginan untuk bertahan hidup, meningkatkan kesejahteraan keluarga,  hingga menyekolahkan anak, para ‘ibu-ibu’ biasanya membuat toko-toko kecil di dekat rumahnya agar bisa membantu menambah uang belanjanya. Lain ibu-ibu, lain juga bisnis kecil-kecilan yang biasanya dijalankan oleh sang ayah.
Tapi sadar tidak, justru dari bisnis kecil ini adalah bisnis yang sangat bernilai harganya ketika digunakan untuk membantu orang lain.  Meski jumlah uang yang didapat kecil, bisnis kecil biasanya masih mengutamakan asas kekeluargaan antara pemilik dan karyawan atau penjual dan pelanggannya. Kedekatan seperti itu yang biasanya jarang dimiliki bisnis besar.
Satu tahun yang lalu, keluarga kami mendapat cobaan melalui sang ayah. Mungkin karna kelelahan bekerja yang rasanya cukup lama, tubuh beliau menjadi down sampai akhirnya ayahku harus dirawat di rumah sakit hingga berbulan-bulan. Pindah dari rumah sakit ke rumah sakit berikutnya dengan kondisi keuangan yang  sedang susah membuat kami kebingungan. Kami tiga bersaudara dan tiga-tiganya sekolah. Sementara dengan kondisi ayah yang sehat pun terkadang kami masih merasa kekurangan.
 Ibuku sebagai kepala keluarga pengganti ayah akhirnya mencoba mencari uang lebih keras lagi. Sebelum peristiwa ini ibu memang sering berjualan kue. Dengan kemampuan memasak yang dimilikinya, awalnya ibu hanya membuat kue untuk pergi bersilaturrahmi, atau membawakannya untuk sumbangan kepada para tetangga, tiap kali ada tetangga yang menggelar acara pernikahan, sunatan, dll. Tapi karna rasa kuenya yang enak, banyak tetangga yang pesan, minta dibuatkan jika mau kemana-mana kalau ada acara atau bersilaturrami. Promosinya sederhana saja, hanya melalui mulut ke mulut perlahan banyak orang selain kenalan ibu atau para tetangga yang ikut memesan kue.  
Sampai sekarang, usaha ibu tetap lancar meski tak menghasilkan uang setiap harinya. Tapi jika ada hari-hari besar tertentu ibu biasanya memiliki banyak pesanan hingga kewalahan mengerjakannya. Dulu ibuku kebetulan pernah melakukan peminjaman uang BTPN. Pinjaman itu sangat membantu ketika ayah masih sakit. Seluruh uang sudah dikerahkan untuk pengobatan ayah. Belum lagi harus membiayai sekolah kedua adikku dan aku yang sedang kuliah di luar kota. Namun dengan pinjaman itu ibu bisa terus melanjutkan bisnis kuenya. Memang tak ada strategi penjualan, atau pengembangan produk serta pemasaran. Hal itu juga yang membuat bisnis ibu hanya stuck di situ-situ saja. Selain itu biaya sekolah anaknya yang sangat banyak membuat biaya yang dihasilkan dari penjualan kue dialokasikan untuk keperluan anak. Sementara untuk menambah modal usaha, dana yang ibu miliki sudah habis. Padahal untuk memproduksi kue butuh suntikan modal terlebih dahulu. Tapi ibuku cerdas, ia meminta kepada si pemesan membayar separuh di awal untuk membeli bahan, sisanya akan diberikan setelah si pemesan mengambil kuenya.
Walau hanya berbisnis kue tapi rasanya pasti sangat melelahkan, peralatan pembuatan kue ibuku sederhana, tidak ada yang istimewa. Ibu biasanya bekerja sendiri, aku yang diluar kota tidak bisa membantu kecuali jika sudah pulang kampung. Nenek sibuk dengan urusan di sawah, sesekali beliau membantu itupun tidak banyak. Beberapa tetangga terkadang datang untuk membantu jika mereka ingin sekaligus berbincang-bincang dengan ibu. Tapi ibu tidak pernah mengeluh, ia sama pekerja kerasnya dengan ayah jika ayah sedang sehat.
Perlahan masa-masa sulit itu kami lewati. Ayah kondisinya membaik setelah lebih dari setengah tahun tidak bisa bekerja. Selama itu ibu sudah sangat banyak membantu. Tidak mudah mengurus tiga anak sekaligus, ditambah lagi ia harus mengurus ayah yang sakit, dan lagi dia harus mencari nafkah seorang diri. Bisnis kuenya sangat meringankan beban-beban kami saat itu, meski tak lantas bisa mencukupi segala kemauan dan kebutuhan, namun dengan bisnis kue ibu aku masih bisa terus kuliah, dan adik-adikku masih bisa terus sekolah. Kami bersyukur tidak terputus di tengah jalan, meski ketakutan itu sempat ada. Kami sangat berterima kasih kepada bisnis kue ibu, tapi lebih berterima kasih lagi pada ibu yang telah dengan hebat merangkap semua peran di rumah tangga ketika masa sulit itu tiba. Terima kasih ibu, terima kasih mess market.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKALAPAK CIPTAKAN INSPIRASI DAN PELUANG UNTUK GENERASI MILLENIAL #BUKAINSPIRASI

sumber : insight.la Siapa yang tidak tahu dengan Generasi Millenial ? Generasi ini makin hari makin banyak dibicaraan lantaran si...