Jumat, 06 November 2015

KEBIJAKAN BUKAN MASALAH PENGHARGAAN

Mungkin seharusnya, Indonesia kembali tergerak untuk berpindah dari era reformasi ke era evolusi. Banyak hal dalam bangsa ini yang tidak bisa terselesaikan, bahkan mungkin semakin panjang dan berkelanjutan. Misalnya masalah pangan. Meski sudah beberapa kali dihimbau, diberi arahan mengenai makanan empat sehat lima sempurna, masyarakat tak juga sadar, bahkan seringkali menyenangi makanan-makanan fast food yang cenderung tidak sehat.
Bila dilihat dengan kacamata yang lain, tak ada yang terlalu salah dengan kondisi ini. Pemerintah sudah cukup mencoba, dengan tolak ukur yang sedemikian rupa serta perkiraan bahwa, harapannya jika seluruh masyarakat Indonesia makan makanan 4 sehat 5 sempurna setiap hari maka gizi mereka akan terpenuhi. Dengan begitu, jumlah orang sakit di Indonesia akan menurun, asupan gizi baik maka tingkat kecerdasan otak akan semakin baik pula, orang Indonesia pun semakin lama semakin tidak menyukai fast food sehingga membantu dalam pengurangan makanan impor, dan lambat laun Indonesia akan maju karna telah didukung oleh sumber daya alam yang sehat dan pintar.
Namun semua gagasan itu tampak kurang realistis jika kita memahami keadaan yang sebenarnya. Masyarakat bukan tidak ingin, tetapi tidak mampu untuk membeli makanan 4 sehat 5 sempurna itu setiap hari, bahkan ada yang tidak mampu membeli sama sekali. Jika dibagi dalam kelas kasta, kasta sudhra bisa membeli nasi dalam sehari pun sudah cukup beruntung. Disini pemerintah harusnya mengambil langkah agar lebih berusaha untuk menggeser posisi kasta Sudhra ke kasta yang lebih baik.
Himbauan memang penting, tentang kebijakan-kebijakan yang baik hingga menghadirkan acara potong tumpeng, serta ucapan selamat yang ditulis besar-besar bukan sesuatu yang salah. Namun presepsi yang baiknya diambil adalah bahwa kebijakan itu bukan sekedar gagasan yang butuh penghargaan, bukan cuma sesuatu yang digembar-gemborkan untuk dianut oleh rakyat. Kebijakan adalah sebuah aksi dimana semua kalangan mendapati kebaikan dari hal tersebut. Kebijakan adalah penghubung presepsi dimana semua masyarakat terutama kalangan sudhra bisa menerima manfaat yang satupun tak perlu merasakan beratnya ketidak adilan.

By: Rubiatul Adawiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKALAPAK CIPTAKAN INSPIRASI DAN PELUANG UNTUK GENERASI MILLENIAL #BUKAINSPIRASI

sumber : insight.la Siapa yang tidak tahu dengan Generasi Millenial ? Generasi ini makin hari makin banyak dibicaraan lantaran si...