Jumat, 06 November 2015

AKU BANGGA INDONESIAKU 2









Namaku Bintang, manusia dengan sejuta mimpi. Kenapa kesebut begitu? Karna aku memang type orang yang suka mengkhayal. Semua teman, tetangga dan orang tuaku sudah tau itu, mereka mengenalku dengan baik sebab hanya aku satu-satunya orang yang selalu mengaplikasikan hasil dari lamunannya ke dalam kehidupan nyata. Baiklah aku jujur, salah satu hobi terbesarku adalah melamun. Dan lamunan itu tidak selalu tetap dalam satu periode. Kau mungkin tidak mengerti kawan, nanti biar aku jelaskan. Sekarang aku sedang sibuk membuat perumahan terapung dengan miniatur seadanya. Semalam aku mendapat ilham saat tidur lelap, kupikir tak ada salahnya jika lamunan dalam tidurku itu direalisasikan dalam kehidupan nyata.
Pekerjaanku tingal separuh, miniatur ini kubuat dengan sepenuh hati karna aku berharap Indonesia akan memilikinya suatu saat nanti. Dengan seluruh napas akan cintaku terhadap tanah air Indonesia, aku ingin membangun sebuah perumahan di lautan semenanjung hindia-pasifik. Jika kita bayangkan, Indonesia sangat kaya akan sumber daya perairannya, bahkan lautannya pun lebih luas daripada daratan. Kenapa orang-orang harus berdesak-desakan ke tanah Jawa untuk mencari kehidupan, kenapa gelandangan harus memilih kolong jembatan sebagai tempat tinggal, kenapa kita tidak membuat rumah-rumah terapung saja di lautan.
Aku sudah membuat konsep sambil berliur saat tidur semalam, dan hal ini membuatku tidak dapat tidur dengan bahagia karna mau tidak mau aku harus berpikir keras mau kubuat seperti apa perumahan terapung ini nanti. Tentu kalian tidak berpikir rumah-rumah terapung ini akan memenuhi seluruh lautan kan? Sebab akan kujawab dengan tegas kawan, jawabannya tidak. Jika iya musnahlah penggunaan kapal laut di Indonesia gara-gara semuanya menggunakan perahu sebagai alat transportasi laut. Akan kubuat perkampungan sendiri untuk rumah-rumah terapung itu, mungkin yang letaknya sedikit jauh dari pelabuhan dan sedikit dekat dengan daratan. Jika ada pengusa yang kreatif, akan dibangun apartement di tengah lautan juga, lalu berbagai industri lainnya yang sekiranya tidak akan merusak ekosistem laut. 
Mungkin hal tersulit untuk membuat rumah terapung ini adalah sistem bangunan yang tetap kokoh serta penyangga di bawah laut agar rumah tersebut dapat ditempati selayaknya rumah biasa. Namun semuanya dapat terselesaikan dengan baik, sekarang hanya tinggal membuat jalan-jalan kecil yang menghubungkan satu rumah dengan tetangga-tetangganya. Orang yang tinggal di rumah itu tentu saja harus tetap bersosialisasi, di antara mereka akan membuat bisnis-bisnis kecil yang kemudian akan menjamur menjadi toko-toko besar di tengah lautan sehingga orang-orang yang tinggal di daratan juga akan tertarik mencari pekerjaan di perumahan terapung.
Sedikit kusingsingkan lengan bajuku yang basah terkena keringat, aku tersenyum sendiri melihat rumah-rumah ini selesai dibuat. Inilah aku yang cinta Indonesia, tanpa banyak bicara langsung kuciptakan saja apa yang membuat Indonesia bangga. Seperti ketika aku bermimpi menjadi seorang presiden, kupakai kemana-mana kemeja dan jas pemberian ibuku, lalu kupasangkan pin berlambangkan garuda di atasnya. Kelak aku bermimpi akan mejadi orang yang fotonya selalu dipajang di setiap kelas-kelas belajar di sekolah, mereka akan melihat fotoku yang sedang tersenyum wibawa disana, membawa janji bahwa aku akan membuat mereka bangga dengan hasil kerja kerasku untuk Indonesia. Lalu akan kubangun perumahan-perumahan terapung ini, bukan dengan dinding bambu, namun dengan sistem bangunan yang kubuat selayaknya rumah biasa. Ku ajak mereka-mereka yang tinggal di kolong jembatan, rumah-rumah kumuh, serta mereka-mereka yang kesulitan mencari kehidupan. Akan kusuruh mereka membangun mimpi-mimpi mereka disana, di lautan tanah air Indonesia yang tercinta.   

By: Rubiatul Adawiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKALAPAK CIPTAKAN INSPIRASI DAN PELUANG UNTUK GENERASI MILLENIAL #BUKAINSPIRASI

sumber : insight.la Siapa yang tidak tahu dengan Generasi Millenial ? Generasi ini makin hari makin banyak dibicaraan lantaran si...