Jumat, 31 Agustus 2018

BUKALAPAK CIPTAKAN INSPIRASI DAN PELUANG UNTUK GENERASI MILLENIAL #BUKAINSPIRASI

sumber : insight.la


Siapa yang tidak tahu dengan Generasi Millenial? Generasi ini makin hari makin banyak dibicaraan lantaran sifat dan sikap mereka yang cenderung berbeda dari generasi sebelumnya. Hal ini sangat wajar karna seiring pertumbuhannya, teknologi informasi  menciptakan lingkungan dan suasana yang baru sehingga mempengaruhi tingkah laku masyarakat, terutama anak-anak muda yang biasanya terbuka ada trend dan hal-hal yang baru. Generasi Millenial adalah generasi yang paling produktif saat ini. Lahir diantara tahun 1980-2000, artinya paling muda mereka berusia 18 tahun dan paling tua berusia 38 tahun.
Millennial merupakan konsumen dengan segmentasi yang luas, dimana kita dapat menemukan mereka di universitas, kantor, dan di rumah. Mereka berprofesi sebagai sebagai siswa pekerja, karyawan, atau bahkan orang tua tunggal. Dengan kata lain, mereka tersebar di setiap kelas sosial dan budaya. Jumlah generasi millenials di dunia kerja mencapai 50 persen dan diperkirakan tahun 2030, generasi ini akan menguasai 75 persen lapangan kerja global. Di Indonesia sendiri, generasi ini mencapai 34.45 persen populasi.
Lalu apa hubungannya Bukalapak dan generasi Millenial? Seperti kita tahu bukalapak adalah salah satu pasar online marketplace dimana platform ini membuka kesempatan bagi siapapun untuk membeli atau menjual produk baik baru maupun bekas, seperti sepeda, gadget, perlengkapan bayi, perlengkaan rumah tangga, busana, dan lain-lain. Platform ini menganut bisnis customer-to-customer (C2C) dan dapat diakses secara gratis melalui internet.
Salah satu sifat yang paling menonjol dari generasi millenial atau Generasi Y adalah ketidakrelaan mereka untuk terlepas dari gadget. Setiap hari dimanapun kapanpun gadget selalu berada disisi mereka seperti pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Hal yang paling penting adalah bagaimana caranya supaya mereka selelu terhubung dengan internet untuk update berita terbaru, posting di sosmed, berkomunikasi dengan chatting maupun video call, dan masih banyak lagi aktivitas lainnya. Ativitas ini tentu hanya akan berakhir pada kesenangan saja jika para Millenial tidak bisa benar-benar memanfaatkan gadget dan internet yang selalu mereka gunakan.

Achmad Zaky si pendiri Bukalapak juga merupakan salah satu anak Millenial yang tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi dan internet menjadi suatu yang jauh lebih bernilai. Dia membuka Bukalapak.com yang hingga saai ini menjadi satu dari beberapa e-commerce terkemuka di Indonesia, dengan memberdayakan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Hasil cetusannya ini tentu tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tapi juga dapat menfasilitasi para UKM yang mengalami keterbatasan dalam memperdagangkan produknya. Tidak hanya itu, Bukalapak juga menfasilitasi para pengguna internet dan platform untuk mendapatkan barang/produk yang mereka inginkan dengan kemudahan dan harga yang sesuai.


         Bukalapak merupakan bukti bahwa Millenial tidak hanya memiliki sisi negatif sebagai pribadi yang pemalas, narsis, suka sekali melompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain, dan hobi main gadget saja. Tetapi generasi millenial adalah orang-orang yang sangat kreatif dan penuh ide. Selain itu mereka cukup kritis karna tidak langsung menelan bulat-bulat informasi yang ada, mereka akan mencoba membandingkan informasi yang mereka dapat dan mengolahnya dengan cara berfikir mereka sendiri. Mereka juga memiliki rasa percaya diri yang bagus, mampu mengekspresikan perasaannya, pribadi liberal, optimis, dan menerima ide-ide dan cara-cara hidup. Sehingga dengan segala kelebihannya itu mereka cenderung berkontribusi dengan cara yang berbeda. Terlepas dari sikap mereka yang terkesan tidak peduli, generasi millenial lebih suka membangun sesuatu melalui teknologi, seperti membuat platform e-commerse sekelas Bukalapak atau kontribusi dengan hal kecil, contohnya menggerakan para pengguna sosial media untuk bisa membantu sesama.

Karna sebagian waktu dihabiskan dengan mengakses internet, Bukalapak juga membuka kesempatan bagi para Millenial agar lebih bijak dalam menggunakan internet untuk menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Akses platform secara gratis dan proses yang mudah ini, sangat bisa dimanfaatkan untuk para Millenial yang ingin mandiri dan mendapatkan penghasilan dengan cara mendagangkan produk mereka sendiri. Banyak orang-orang yang sukses dengan menggunakan internet untuk berjualan. Bukalapak juga bisa menjadi sarana yang sangat menguntungkan, selain itu kita juga diedukasi tentang bagaimana caranya berjualan secara online. Millenial yang kreatif tentunya mampu untuk menghasilkan produk-produk yang bagus atau menggunakan sarana penjualan online dengan baik.

Saran untuk Bukalapak. Perusahaan umumnya menginginkan suatu produk untuk dikonsumsi, namun tidak dengan millennial. Keterlibatan pada pengembangan produk membuat mereka lebih percaya dan loyal terhadap brand. Saat ini ara penggerak UKM sebagian juga dilakukan oleh anak-anak muda/generasi Millenial. Agar bisa menarik generasi ini agar sering menggunakan Bukalapak, fokus membangun hubungan dengan mereka adalah cara terbaik. Seperti menfasilitasi mereka untuk berekspresi serta bantu membangun merek sendiri. Hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan cara mengadakan lomba bisnis untuk mahasiswa. Mendorong mahasiswa untuk berikir seperti enterpreneur dengan membuat bisnis start up dan menghadiahkan sejumlah uang sebagai modal untuk terus mengembangkan bisnis mereka. Hal itu bisa menjadi cara yang cukup bagus untuk meningkatkan nilai Bukalapak di mata anak-anak muda. Diharapkan dengan ini Bukalapak selalu bisa menjadi #BukaInspirasi bagi generai Millenial, dan mendorong mereka untuk bisa menjadi #BukaInspirasi bagi sesama generasi Millenial yang lain.

 


BUKALAPAK CIPTAKAN INSPIRASI DAN PELUANG UNTUK GENERASI MILLENIAL #BUKAINSPIRASI

sumber : insight.la Siapa yang tidak tahu dengan Generasi Millenial ? Generasi ini makin hari makin banyak dibicaraan lantaran si...